CU Kridha Rahardja Adakan OD, Ketua Pengurus Ajak Abdi Sedulur Melayani Anggota Dengan Penuh Kegembiraan, Bukan Beban

Credit Union Kridha Rahardja (CU KR) menggelar kegiatan Organizational Development (OD) atau penguatan organisasi di Wisma Baptis Bukit Soka Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga pada Sabtu sampai Minggu (24-25/1/2026).

Organizational Development ini diikuti pengurus, pengawas, komite, manajemen, dan perwakilan anggota.

Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja Rama Antonius Sumarwan, SJ dalam pengantar menyampaikan, Organizational Development merupakan tahapan dari kerangka pengelolaan organisasi.

“Setelah kita membuat rencana di strategic planning dan business planning (SPBP), maka supaya rencana tersebut dapat terlaksana dengan baik, perlu kita siapkan organisasi atau perangkatnya. Apakah ada hal-hal yang perlu diubah, baik itu organisasi, peraturan, penghargaan, teknisnya, dan sebagainya. Nah, di kegiatan inilah semuanya kita bahas dan kita sepakati,” kata rama.

Rama Antonius Sumarwan, SJ menyatakan, ada hal yang baru dalam Organizational Development kali ini.

“OD kali ini digabung dengan refleksi abdi sedulur yang baru saja mengikuti MYFO (Managing Yourself For Others) tentang kerohanian. Semoga setelah mengikuti MYFO itu, hidup abdi sedulur semakin penuh, tujuan hidupnya tercapai. Dengan demikian, kita bisa melayani anggota CU Kridha Rahardja dengan penuh kegembiraan, bukan sebuah beban,” ujar rama.

Kegiatan OD selama dua hari ini diisi dengan berbagai kegiatan.

Pada hari pertama, diisi dengan pembukaan dan pengantar, refleksi MYFO, appreciative interview, sharing pengalaman appreciative interview, sharing kelompok, dan pleno.

Selanjutnya update program yang berisi presentasi target utama CU KR pada tahun 2026 untuk konsolidasi dan TP, presentasi pinjaman hijau, dan presentasi data teritori. Kemudian memeriksa Matrik Perencanaan Program (MPP) per bidang, menentukan prioritas dan memberikan rekomendasi perubahan struktur organisasi, mekanisme kerja, dan insentif.

Acara hari pertama diakhiri dengan menonton film Bonsai People: The Vision of Muhammad Yunus.

Sedang pada hari kedua, kegiatan diisi dengan Misa, sinkronisasi program keseluruhan dengan program TP, menentukan prioritas dan rekomendasi perubahan, pleno, rekomendasi tindak lanjut, dan penutup.

Dalam OD kali ini, ada sejumlah hal yang mendapat perhatian, yaitu pelaksanaan program Sekolah Kewirausahaan di TP Bawen dan Sekolah Jadam di TP Wedi, teknis pelaksanaan diksar (pendidikan dasar), penanganan piutang dalam jaminan, peningkatan transaksi berbayar pada Escete, pengurusan izin kantor cabang, penilaian kinerja manajemen, pengurus, pengawas, komite, dan peter (pemangku teritori), serta persiapan ACCESS.

Sedang dalam diskusi kelompok, peserta diberi tugas untuk satu, menentukan program atau kegiatan prioritas. Dua, mendetailkan program atau kegiatan prioritas, misalnya menyangkut PIC (Person In Charge) atau penanggung jawab, kapan, target, dan langkah-langkah yang perlu disiapkan. Dan tiga, usulan tentang perubahan yang perlu dilakukan agar program atau kegiatan terlaksana, misalnya dari sisi struktur organisasi, cara kerja, insentif atau penghargaan, mencari tenaga baru, dan lain-lain.

Setelah dua hari berdinamika, maka peserta OD menyepakati sejumlah keputusan, pertama, menyepakati detail program kerja masing-masing bidang dan tempat pelayanan (TP). Kedua, menyepakati pembuatan Website CU Kridha Rahardja dan diluncurkan pada saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025. Ketiga, menyepakati revisi MO (manual operasional) Produk dan Pelayanan terkait pinjaman ganda dan top up pinjaman, perpanjangan Pinjaman Sebrakan dilakukan maksimal tiga kali, asuransi Pinjaman Kreto diberikan untuk asuransi jiwa serta penambahan produk pinjaman hijau dan diluncurkan pada saat RAT tahun buku 2025.

Keempat, menyepakati pengkajian penurunan simpanan pokok. Kelima, menyepakati program wisata bersama yang akan dilakukan pada bulan Oktober 2026 dengan skema simpanan. Dan keenam, menyepakati anggota Tim Litbang dan draf MO Litbang akan disusun oleh Tim Litbang paling lambat akhir Maret 2025.

Kegiatan Organizational Development yang dilakukan CU Kridha Rahardja ini disambut baik peserta.

“Melalui kegiatan OD CU Kridha Rahardja ini saya belajar bahwa bekerja bersama tidak hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang upaya untuk lebih mengenal dan memahami sesama Abdi Sedulur. Sedang dari Appreciative Interview serta praktik wawancara, pembelajaran ini meneguhkan saya untuk terus melatih diri bertanya dan mendengarkan, sehingga dapat jadi rekan perjalanan yang mengenal lebih dalam Abdi Sedulur CU Kridha Rahardja,” ucap Lilik Siswanto, Wakil Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja.

Penulis: L. Sukamta

Raih Skor 80,16, CU Kridha Rahardja Mendapat Predikat Sehat Dari Kemenkop RI

Sejumlah Pengurus dan Manajer CU Kridha Rahardja berfoto bersama perwakilan dari Kementerian Koperasi.
Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja Rama Antonius Sumarwan, SJ menerima sertifikat kesehatan koperasi dari perwakilan Kementerian Koperasi.
Pencapaian predikat sehat dari Kementerian Koperasi ini tentu saja membanggakan bagi CU Kridha Rahardja.

Kabar gembira bagi para anggota (sedulur) dan aktivis (abdi sedulur) Credit Union Kridha Rahardja (CU KR).

Koperasi simpan pinjam Credit Union Kridha Rahardja mendapat predikat sehat dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) Republik Indonesia (RI).

Sertifikat kesehatan koperasi simpan pinjam primer tingkat nasional yang menyatakan bahwa CU Kridha Rahardja itu sehat ditetapkan oleh Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi, Herbert H.O Siagian di Jakarta pada 27 November 2025.

Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja Rama Antonius Sumarwan, SJ, Rabu (14/1/2026), menyampaikan, penilaian kesehatan koperasi ini berdasarkan pemeriksaan kesehatan tahun buku 2024.

“Puji Tuhan, CU Kridha Rahardja memperoleh skor 80,16. Sehingga CU Kridha Rahardja mendapat predikat sehat dari Kementerian Koperasi,” kata rama.

Rama Sumarwan menjelaskan, aspek pemeriksaan kesehatan koperasi simpan pinjam primer ini meliputi pertama, aspek tata kelola, yang terdiri dari prinsip koperasi, kelembagaan, dan manajemen koperasi. Kedua, profil risiko yang terdiri dari risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko. Ketiga, kinerja keuangan yang terdiri dari evaluasi kinerja keuangan (rentabilitas dan efisiensi), manajemen keuangan (kualitas aset dan likuiditas), dan kesinambungan keuangan (aspek pertumbuhan dan aspek jati diri). Dan keempat, permodalan atau capital yang terdiri dari kecukupan permodalan dan kecukupan pengelolaan permodalan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, maka CU Kridha Rahardja memperoleh skor atau nilai 80,16 dengan predikat pemeriksaan kesehatan yaitu sehat. Dimana standar pemeriksaan kesehatan ini dengan skor dari 66 sampai 100,” ujar rama.

Sedang Manajer CU Kridha Rahardja Nurma Lestari menyatakan, selama ini, CU Kridha Rahardja terus mengupayakan agar kinerja keuangan supaya sehat sesuai analisa PEARLS. Selain itu, juga terus menerus memperbaiki tata kelola CU Kridha Rahardja dengan melengkapi berbagai Manual Operasional atau MO.

“Pencapaian predikat atau kriteria sehat ini tentu saja membanggakan bagi CU Kridha Rahardja. Kita bangga, karena baik secara PEARLS maupun dari penilaian kesehatan koperasi dari Kementerian Koperasi, CU Kridha Rahardja merupakan koperasi yang sehat,” ucapnya.

Untuk diketahui, Koperasi simpan pinjam Credit Union Kridha Rahardja ini telah mempunyai badan hukum: 006335/BH/M.KUKM.2/XI/2017 tanggal 27 November 2017. CU Kridha Rahardja ini berkantor pusat di Dukuh Prampelan RT 04 RW 06, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Sampai saat ini, CU Kridha Rahardja memiliki tiga tempat pelayanan (TP), yaitu TP Bawen, TP Yogyakarta, dan TP Wedi.

Lestarikan Alam, Ibu Paroki Wedi Dilatih Membuat JMS

Lestarikan Alam, Ibu Paroki Wedi Dilatih Membuat JMS

Paguyuban Ibu Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan pertemuan rutin di Balai Mandala “Lantai Atas” Gereja Paroki setempat pada Minggu (6/7/2025) pagi.

Bertindak sebagai pelaksana pertemuan rutin kali ini adalah Lingkungan Santo Natanael Kalitengah.

Pertemuan ini antara lain diisi dengan edukasi dan pelatihan membuat Jadam Microbial Solution (JMS) yang dipandu oleh Tim Mentor Sebaya Credit Union Kridha Rahardja (CU KR) Laurentius Sukamta.

Tim Mentor Sebaya Credit Union Kridha Rahardja Laurentius Sukamta menyampaikan, Jadam Microbial Solution (JMS) merupakan larutan mikroorganisme yang bermanfaat dalam pertanian organik, khususnya dalam sistem pertanian JADAM.

JADAM adalah sistem atau metode pertanian organik dari Korea yang dikembangkan oleh Youngsang Cho. JADAM merupakan singkatan bahasa Korea dari Jayonul Damun Saramdul yang artinya “orang yang menyerupai alam”.

“JMS ini digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah, menyeimbangkan pH (keasaman tanah), dan memperkuat mikroba baik yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman,” katanya.

Sukamta menjelaskan, bahan untuk membuat JMS (ukuran 10 liter) ini berupa kentang (sebagai sumber pakan mikro organisme) 1 biji, garam kasar atau garam grosok (sebagai sumber mineral pengganti molase) 1 sendok makan, lapukan daun bambu (sebagai sumber mikroorganisme) 1 genggam, dan air lunak (yaitu air hujan, air AC, air RO) 10 liter.

Adapun cara membuat JMS yaitu kentang direbus dengan 1 liter air sekitar 20 menit sampai tekstur kentang melunak. Kemudian pisahkan kentang dan air rebusan. Kentang lalu dipotong kecil kecil. Selanjutnya, masukan air lunak ke dalam ember dan tambahkan garam ke dalam air, lalu diaduk hingga merata.

Masukan kentang dan 1 genggam lapukan daun bambu ke dalam kantong kain kaos (bisa menggunakan kaus kaki). Lalu diremas-remas supaya ekstrak kentang dan lapukan daun bambu ke luar. Agar kantong kain itu tenggelam, maka perlu diberi pemberat batu. Setelah itu, tambahkan air rebusan kentang ke dalam ember, kemudian ditutup. Campuran dalam ember tertutup ini kemudian ditutupi isolator (daun pisang) supaya tidak terkena matahari langsung selama 24 jam.

“Tanda JMS yang sudah jadi adalah PH netral (7) dan muncul buih sebagai tanda kehidupan mikroorganisme,” jelasnya.

Usai pemberian materi atau edukasi, para ibu melakukan praktek langsung membuat JMS sesuai arahan dari Mentor CU Kridha Rahardja. Mereka antusias dan gembira membuat JMS. Apalagi, praktek langsung membuat JMS ini adalah pengalaman baru bagi mereka.

Edukasi dan pelatihan membuat JMS ini disambut baik oleh para ibu.

Ketua Paguyuban Ibu Lingkungan Santo Natanael Kalitengah, Roselina Endang Dwi Hastuti mengatakan, pelatihan pembuatan JMS ini sangat baik dan berguna untuk menambah wawasan bagi ibu-ibu. Karena dalam pembuatan JMS ini bisa memanfaatkan limbah rumah tangga dan mudah untuk mendapatkan bahan lainnya.

“Saya merasa senang karena pelatihan pembuatan JMS ini mendapat respon yang bagus dari ibu-ibu. Semoga tanaman kita tumbuh subur, dan kita bisa ikut melestarikan alam,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Restituta Sutarni, perwakilan ibu dari Lingkungan Santa Monica Danguran.

“Terima kasih, hari ini kami mendapat edukasi dan pelatihan membuat JMS. Ini sangat bermanfaat bagi kami. Apalagi selama ini, ada banyak sisa (limbah) makanan di rumah yang hanya dibuang saja, karena kami tidak tahu cara memanfaatkannya. Pelatihan ini akan kami praktekkan langsung di rumah dan lingkungan kami,” ucapnya.

Untuk diketahui, ada banyak manfaat dari JMS ini. Satu, meningkatkan kesuburan tanah. JMS membantu memperbaiki kualitas tanah dengan meningkatkan kandungan mikroorganisme yang bermanfaat, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan tanah untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Dua, menyeimbangkan pH (keasaman) tanah. JMS membantu menormalisasi pH tanah, yang penting untuk penyerapan nutrisi tanaman yang optimal. Tiga, memperkuat mikroba baik. JMS mengandung berbagai mikroorganisme baik yang membantu dalam siklus nutrisi, menekan hama dan penyakit, serta meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Empat, memperbaiki kondisi media tanam. JMS membantu menggemburkan media tanam yang terlalu padat, sehingga akar tanaman dapat berkembang dengan baik. Lima, menambah nutrisi tanaman. Selain memperbaiki tanah, JMS juga dapat memberikan nutrisi tambahan bagi tanaman. Enam, meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Mikroba baik dalam JMS dapat membantu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Dan tujuh, mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan menggunakan JMS, penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi karena JMS dapat memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi tanaman.

Adapun cara penggunaan JMS dapat diencerkan dengan air dalam perbandingan 1:20 (1 liter JMS dengan 20 liter air). Sedang untuk aplikasi, larutan yang sudah diencerkan itu dapat disiramkan pada tanah dan tanaman secara menyeluruh. Frekuensi aplikasi JMS dapat dilakukan 2 minggu sekali.

Penulis: L. Sukamta

Copyright © 2026 cukridharahardja.org