Dari Menabung, Mengembangkan Usaha, hingga Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Dari Menabung, Mengembangkan Usaha, hingga Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga

Bergabung dengan CU Kridha Rahardja menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan ekonomi keluarga Bu Luciana Purwiyati. Awalnya, beliau bergabung karena ingin belajar mengelola keuangan dengan lebih disiplin dan membangun kebiasaan menabung.

Seiring waktu, Bu Luciana mulai memahami bahwa CU bukan hanya tempat untuk menabung dan meminjam uang. Melalui berbagai pendidikan yang diberikan, beliau belajar membuat perencanaan keuangan keluarga, menentukan prioritas kebutuhan, serta mengembangkan usaha secara lebih terencana.

Ketika membutuhkan tambahan modal, Bu Luciana mengajukan pinjaman di CU Kridha Rahardja TP Bawen untuk mengembangkan usahanya. Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan, bahan baku, menambah stok, serta membangun rumah kontrakan di Jakarta.

Dengan pengelolaan yang semakin baik, usaha Bu Luciana mulai berkembang dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. Usaha snack yang dijalankannya juga semakin mendapatkan kepercayaan dari lingkungan sekitar. Saat ini, pesanan snack tidak hanya datang dari sesama anggota CU Kridha Rahardja, tetapi juga dari CU Kridha Rahardja TP Bawen untuk berbagai kegiatan, seperti pendidikan wajib, rapat, dan kegiatan lainnya.

Perubahan yang dirasakan Bu Luciana tidak hanya dari sisi ekonomi. Beliau menjadi lebih disiplin dalam menabung, memiliki lebih banyak relasi, semakin mampu merencanakan keuangan, serta lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha.

Melalui CU Kridha Rahardja, Bu Luciana juga mendapatkan kesempatan untuk terus belajar dan berbagi pengalaman bersama anggota lainnya, baik di Komunitas Teritori Gedong maupun komunitas teritori lainnya.

Kisah Bu Luciana menunjukkan bahwa CU Kridha Rahardja bukan sekadar tempat mendapatkan layanan keuangan. Bersama anggota, CU menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Perjalanan ini mengingatkan kita bahwa perubahan tidak terjadi secara instan. Dengan disiplin menabung, menggunakan pinjaman secara bijak, terus belajar, dan berani mengembangkan potensi yang dimiliki, kita dapat bersama-sama membangun kehidupan keluarga yang semakin baik.

Kridha Agawe Rahardja — Berkarya untuk Kesejahteraan.

 

IG. Slamet Riyadi

Kepala Kantor Credit Union Kridha Rahardja TP Bawen

Dari Sapi hingga Saling Melengkapi

Dari Sapi hingga Saling Melengkapi

Deru motor terdengar dari kejauhan. Kendaraan tersebut memasuki halaman Omah Sedulur Credit Union Kridha Rahardja TP Wedi. Seorang pria paruh baya memarkirkan kendaraan dan membetulkan posisi rombong yang terbuat dari bambu. Ia mendekat menuju bangunan Omah Sedulur. Rupanya Sri Muryadi yang datang. Ia cukup sering datang ke Omah Sedulur selepas menjual ayam di pasar Wedi. Sesuai namanya, Omah Sedulur sudah seperti rumah sendiri bagi pria asal Serut, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul ini.

Pria berusia 54 tahun ini mengenal Credit Union semenjak dirinya bergabung menjadi relawan Karina KAS pasca gempa Bantul tahun 2006. Ia bertugas menjadi mandor bantuan pembangunan tempat tinggal sesuai dengan pekerjaannya kala itu. Romo Sumantoro yang waktu itu juga menjadi penggerak Karina KAS di Paroki Wedi membujuknya untuk bergabung menjadi anggota CU–saat itu masih bergabung dengan Credit Union Bererod Gratia yang berkantor pusat di Jakarta Timur. Syarat dana yang dibutuhkan untuk masuk menjadi anggota dirasa berat olehnya waktu itu.

Berkat kekukuhan Romo Sumantoro agar semakin banyak umat yang bergabung menjadi anggota CU, Sri Muryadi bersama empat orang lainnya yang berasal dari daerah yang sama mendapatkan pinjaman untuk modal ternak sapi dan pendaftaraan anggota yang bisa dicicil. Seiring berjalannya waktu, cicilan untuk masuk anggota sudah lunas, ia mengakses pinjaman di CU untuk mengembalikan pinjaman modal dari Romo Sumantoro.

Dari penuturan Muryadi, diketahui bahwa ketika ia bergabung, belum ada sepuluh orang yang berasal dari daerahnya. Bekerja sama dengan para aktivis lain, komunitas teritori Gedangsari sendiri mempunyai 103 anggota. Di balik kesuksesannya men-CU-kan para warga di sekitarnya, ia pernah mengalami masa-masa kritis disaat beredar isu bahwa CUBG TP Wedi akan tutup. Berkat kegigihannya meyakinkan warga Gedangsari, anggota yang awalnya ingin mengundurkan diri dari anggota CUBG mengurungkan niatnya dan tetap bergabung hingga sekarang.

Dari pengalaman dan perjalanan panjangnya bersama CU ia dipercaya menjadi komite kredit di CUKR TP Wedi. Dari pinjaman yang didapat ia berhasil menjalankan usaha sapi yang mampu membiayai pendidikan anak semata wayangnya hingga lulus sarjana. Sri Muryadi mengaku, dua hal ini, membawanya kepada perubahan pola pikir tentang penghasilan. Ketika ia menjadi peternak dan pedagang ia mempunyai lebih banyak waktu untuk melayani sesama baik di lingkungan, gereja bahkan di CU.

Continue reading →

Copyright © 2026 cukridharahardja.org