Penyegaran Abdi Sedulur CU Kridha Rahardja di Oemah Petruk Kaliurang Memperkuat Semangat, Solidaritas, dan Komitmen Pelayanan

Penyegaran Abdi Sedulur CU Kridha Rahardja di Oemah Petruk Kaliurang Memperkuat Semangat, Solidaritas, dan Komitmen Pelayanan

Abdi Sedulur Credit Union (CU) Kridha Rahardja mengikuti kegiatan Penyegaran Abdi Sedulur di Oemah Petruk Kaliurang pada tanggal 12 September 2026,  sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat pelayanan, membangun kebersamaan, serta menyegarkan kembali komitmen dalam menjalankan peran sebagai Abdi Sedulur CU baik itu Abdi Sedulur Pengurus, Pengawas, Komite, Manajemen ataupun Pemangku Teritori (Peter).

 

Kegiatan penyegaran ini menjadi momentum penting bagi para Abdi Sedulur untuk sejenak keluar dari rutinitas pelayanan dan melihat kembali makna dari peran yang dijalankan. Abdi Sedulur tidak hanya dituntut mampu melaksanakan tugas organisasi, tetapi juga perlu memiliki energi, motivasi, kepedulian, dan semangat untuk terus bertumbuh bersama anggota.

Menguatkan Kembali Makna Menjadi Abdi Sedulur

Selama kegiatan, para Abdi Sedulur diajak untuk melakukan outbond guna refleksi terhadap pengalaman selama menjalankan tugas sebagai Abdi Sedulur. Berbagai pengalaman, tantangan, keberhasilan, maupun pembelajaran menjadi bahan untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih perlu diperbaiki.

Penyegaran dalam bentuk Outbond ini menjadi ruang untuk menyadari bahwa kekuatan CU bukan hanya terletak pada sistem dan program kerja, tetapi juga pada orang-orang yang dengan sukarela dan penuh komitmen mengambil bagian dalam gerakan CU.

Menjadi Abdi Sedulur  berarti bersedia hadir, terlibat, belajar, dan memberikan kontribusi bagi perkembangan anggota sesuai perannya  masing-masing serta keberlanjutan CU Kridha Rahardja.

Belajar dari Kebersamaan

Suasana Oemah Petruk Kaliurang yang sejuk memberikan ruang yang berbeda bagi Abdi Sedulur untuk membangun interaksi yang lebih cair. Kegiatan bersama berupa Outbond dan diakhiri Rekreasi Bersama di Kaliurang Park, membantu mempererat hubungan antar Abdi Sedulur.

Kebersamaan tersebut memberikan kesadaran bahwa perjalanan CU tidak dapat dilakukan secara individual. Diperlukan kerja sama, saling mendukung, komunikasi yang terbuka, dan kemauan untuk belajar dari satu sama lain.

Melalui kegiatan ini, para Abdi Sedulur juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal rekan kerja dan sesama Abdi Sedulur di Tempat Pelayanan setempat atupun di Tempat Pelayanan lainnya  secara lebih dekat. Hubungan yang semakin kuat diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi ke depan.

Menyegarkan Energi untuk Melayani

Salah satu pesan penting dari kegiatan penyegaran adalah bahwa Abdi Sedulur juga membutuhkan ruang untuk mengisi kembali energinya.

Rutinitas pelayanan, dinamika organisasi, dan berbagai persoalan anggota terkadang dapat menimbulkan kejenuhan. Karena itu, penyegaran bukan sekadar kegiatan rekreatif, tetapi menjadi bagian dari proses menjaga semangat dan keberlanjutan gerakan.

Dengan energi yang kembali diperbarui, Abdi Sedulur diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih positif, ramah, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan anggota.

Membawa Pulang Semangat Baru

Kegiatan Penyegaran Abdi Sedulur di Kaliurang tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Nilai terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana pengalaman dan pembelajaran tersebut dibawa kembali ke lingkungan Komunitas Teritorinya dan dalam pelayanan terhadap anggota.

Para Abdi Sedulur diharapkan mampu menerjemahkan semangat kebersamaan menjadi tindakan nyata: lebih peduli terhadap anggota, lebih aktif berkontribusi, dan lebih konsisten menjaga nilai-nilai CU.

Penyegaran ini menjadi pengingat bahwa perjalanan CU merupakan perjalanan bersama dengan tidak meninggalkan yang lain. Setiap Abdi Sedulur masing-masing memiliki peran dalam menjaga api gerakan agar tetap menyala.

 

Dari Oemah Petruk Kaliurang, energi baru dibawa pulang. Dari kebersamaan, lahir kekuatan baru. Dan dari komitmen para Abdi Sedulur,  CU Kridha Rahardja terus bergerak untuk bertumbuh dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi anggota.

 

Ig Slamet Riyadi

Kepala Kantor TP Bawen Credit Union Kridha Rahardja

Dari Sapi hingga Saling Melengkapi

Dari Sapi hingga Saling Melengkapi

Deru motor terdengar dari kejauhan. Kendaraan tersebut memasuki halaman Omah Sedulur Credit Union Kridha Rahardja TP Wedi. Seorang pria paruh baya memarkirkan kendaraan dan membetulkan posisi rombong yang terbuat dari bambu. Ia mendekat menuju bangunan Omah Sedulur. Rupanya Sri Muryadi yang datang. Ia cukup sering datang ke Omah Sedulur selepas menjual ayam di pasar Wedi. Sesuai namanya, Omah Sedulur sudah seperti rumah sendiri bagi pria asal Serut, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul ini.

Pria berusia 54 tahun ini mengenal Credit Union semenjak dirinya bergabung menjadi relawan Karina KAS pasca gempa Bantul tahun 2006. Ia bertugas menjadi mandor bantuan pembangunan tempat tinggal sesuai dengan pekerjaannya kala itu. Romo Sumantoro yang waktu itu juga menjadi penggerak Karina KAS di Paroki Wedi membujuknya untuk bergabung menjadi anggota CU–saat itu masih bergabung dengan Credit Union Bererod Gratia yang berkantor pusat di Jakarta Timur. Syarat dana yang dibutuhkan untuk masuk menjadi anggota dirasa berat olehnya waktu itu.

Berkat kekukuhan Romo Sumantoro agar semakin banyak umat yang bergabung menjadi anggota CU, Sri Muryadi bersama empat orang lainnya yang berasal dari daerah yang sama mendapatkan pinjaman untuk modal ternak sapi dan pendaftaraan anggota yang bisa dicicil. Seiring berjalannya waktu, cicilan untuk masuk anggota sudah lunas, ia mengakses pinjaman di CU untuk mengembalikan pinjaman modal dari Romo Sumantoro.

Dari penuturan Muryadi, diketahui bahwa ketika ia bergabung, belum ada sepuluh orang yang berasal dari daerahnya. Bekerja sama dengan para aktivis lain, komunitas teritori Gedangsari sendiri mempunyai 103 anggota. Di balik kesuksesannya men-CU-kan para warga di sekitarnya, ia pernah mengalami masa-masa kritis disaat beredar isu bahwa CUBG TP Wedi akan tutup. Berkat kegigihannya meyakinkan warga Gedangsari, anggota yang awalnya ingin mengundurkan diri dari anggota CUBG mengurungkan niatnya dan tetap bergabung hingga sekarang.

Dari pengalaman dan perjalanan panjangnya bersama CU ia dipercaya menjadi komite kredit di CUKR TP Wedi. Dari pinjaman yang didapat ia berhasil menjalankan usaha sapi yang mampu membiayai pendidikan anak semata wayangnya hingga lulus sarjana. Sri Muryadi mengaku, dua hal ini, membawanya kepada perubahan pola pikir tentang penghasilan. Ketika ia menjadi peternak dan pedagang ia mempunyai lebih banyak waktu untuk melayani sesama baik di lingkungan, gereja bahkan di CU.

Continue reading →

Copyright © 2026 cukridharahardja.org